Minggu, 15 April 2018

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

LANDASAN TEORITIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

A.    Pengertian Multimedia
Pengertian multimedia dapat berbeda dari sudut pandang orang yang berbeda. Secara umum, multimedia berhubungan dengan penggunaan lebih dari satu macam media untuk menyajikan informasi. Misalnya, video musik adalah bentuk multimedia karena informasi menggunakan audio/suara dan video. Berbeda dengan rekaman musik yang hanya menggunakan audio/suara sehingga disebut monomedia.
Multimedia berasal dari kata multi dan media. Multi berasal dari bahasa Latin, yaitu nouns yang berarti banyak atau bermacammacam. Sedangkan kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yang dipakai untuk menghantarkan, menyampaikan, atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi. Berdasarkan itu multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan kepada publik. Multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik.

B.     Sistem Multimedia
Sistem multimedia mempunyai pengertian suatu integrasi atau gabungan dari komponen-komponen multimedia seperti teks, gambar, suara audio, animasi dan video. Secara tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari multimedia menjadi kebutuhan yang penting. Komputer, film, video, TV, radio dan sebagainya merupakan bagian-bagian dari multimedia.
Sistem adalah setiap sesuatu yang terdiri atas objek, unsur atau komponen yang berhubungan atau berkaitan satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan pemrosesan dan pengolahan. Untuk mencapai tujuannya, sebuah sistem membutuhkan sistem pendukung atau alat bantu seperti hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware (manusia). Diperlukan kerjasama yang baik antara ketiga sistem ini sehingga akan menghasilkan informasi berguna sesuai dengan yang diharapkan.
Sistem harus dapat melakukan pemrosesan yang dikontrol oleh komputer. Sistem dapat diprogram oleh sistem programmer/user. Disebut sistem multimedia jika kedua jenis media, yaitu media continuous dan media discrete dipakai dan jika tingkat ketergantungan/keterkaitan antar media tersebut rendah. Aspek utama dari jenis media yang berbeda adalah keterkaitan antar media tersebut. Contoh media diskrit (discrete) adalah teks dan gambar, dan media kontinu (continuous) adalah audio dan video. Perangkat lunak sistem terdiri dari sistem operasi (Operating System) dan Program Utility (Utility Program). Sistem Operasi adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen software yang berfungsi untuk mengontrol seluruh kegiatan di dalam komputer multimedia. Sistem Operasi merupakan bagian software yang sangat penting. Sistem Operasi disimpan di dalam Auxilary Storage Unit yang disebut System Residence Device (SYSRES), dipanggil melalui Initial Program Loader (IPL) dan dimasukkan ke memory. Sebagai sebuah sistem, multimedia terdiri dari komponenkomponen pendukung, seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan ide/gagasan atau kreativitas, serta organisasi sebagai wadahnya.

C.     PEMANFAATAN MULTIMEDIA
Multimedia memberi nuansa baru dalam pemerolehan informasi melalui aktivitas membaca. Membaca berbantukan multimedia dapat memberikan beberapa manfaat, yaitu menjadikan kegiatan membaca lebih dinamis dengan memberi dimensi baru pada kata-kata. Apalagi dalam hal penyampaian makna, kata-kata dalam aplikasi multimedia bisa menjadi pemicu yang dapat digunakan memperluas cakupan teks untuk memeriksa suatu topik tertentu secara lebih luas. Multimedia melakukan hal ini bukan hanya dengan menyediakan lebih banyak teks melainkan juga menghidupkan teks dengan menyertakan bunyi, gambar, musik, animasi dan video.
Multimedia juga memiliki peran yang penting dalam berbagai bidang yaitu :
1)      Ekonomi/bisnis
Penyajian multimedia secara visual dapat membantu menjelaskan bidang ekonomi atau bisnis yang ditawarkan, seperti tentang profil, produk, jasa, maupun hal lain mengenai perusahaan.
2)      Informasi dan Komunikasi
Penyajian informasi dapat dikomunikasikan menggunakan alat bantu seperti hardcopy, CD/DVD, atau komputer. Pembuatan dan penyajian informasi dengan komputer berbasis multimedia dilengkapi dengan kemampuan menyajikan animasi, suara dan interactive link, sehingga lebih komunikatif.
3)      Iklan
Bidang periklanan yang efektif dan interaktif. Iklan digunakan untuk menawarkan produk kepada konsumen. Iklan bisa berbentuk teks atau audio yang dilengkapi video. Iklan tersebut dapat dilengkapi animasi seperti gambar kartun dua dimensi atau tiga dimensi dengan perangkat lunak yang tersedia.
4)      Pendidikan
Bidang pendidikan dalam penyampaian bahan ajar secara interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek seperti suara/audio, video, animasi, teks, dan grafik. Pendidikan sangat membutuhkan teknologi multimedia. Peserta didik dapat langsung melihat dan mendengar tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dalam aplikasi pembelajaran peserta didik dapat memilih materi atau subjek yang akan dipelajari. Di layar monitor akan muncul teks materi/subjek disertai gambar, suara, atau gambar hidup dari subjek yang dipelajari. Perhatian peserta didik akan lebih terpusat dan rasa ingin tahunya akan lebih tinggi untuk mempelajari hal-hal lain karena merasa tertarik akan media penyajiannya.
5)      Film
Film animasi dua dimensi (2D) atau tiga dimensi (3D) dapat digunakan sebagai sarana informasi, pendidikan, dokumentasi maupun hiburan. Film animasi dapat ditayangkan melalui televisi, internet, maupun hiburan di rumah.Film animasi dapat digunakan untuk presentasi, modelling, dokumenter dan lain-lain. Khusus untuk anak-anak biasanya dibuat film animasi kartun. 
6)      Game 
Sama halnya dengan film, game 2D atau 3D juga dapat digunakan sebagai sarana informasi, pendidikan, dokumentasi maupun hiburan. Game dapat digunakan sebagai alat bantu belajar untuk suatu mata pelajaran yang sulit dipahami. Game merupakan multimedia interaktif yang sangat digemari anak-anak. Game dibuat untuk keperluan penggunaan melalui televisi atau internet sehingga dapat digunakan dimana pun.
7)      Hiburan 
Multimedia dapat ditempatkan dimana saja selama masyarakat membutuhkan akses ke sumber informasi. Multimedia mengubah sajian tradisional komputer yang berupa teks, menjadi suatu media yang menarik perhatian dan keingintahuan. Penerimaan informasi menjadi semakin baik jika disusun secara baik, sehingga multimedia bisa menjadi sangat menghibur. Banyak produk multimedia masuk ke rumah tangga. Kebanyakan produk multimedia sampai ke rumah-rumah melalui televisi atau melalui jaringan komputer pribadi (PC). Alat-alat permainan (game) pun sudah masuk ke rumah.
8)      Virtual Reality
Virtual reality merupakan penggunaan multimedia untuk penjelasan secara langsung. Virtual reality dapat digunakan sebagai sarana pemasaran, presentasi, pemodelan atau hiburan dan lain-lain. Dengan virtual reality pemasaran untuk memasarkan produk yang menarik perhatian dan minat konsumen. Presentasi dapat dilakukan dengan pembuatan model sehingga seolah-olah berada dalam suasana nyata sesuai dengan bahan yang disajikan. Bagian-bagian obyek dapat dilihat dengan dan dipergunakan dengan rinci, seperti spesifikasi yang ditentukan. Virtual reality dapat digunakan untuk pemodelan 3D yang dibuat secara rinci untuk setiap bagian. Misalnya model suatu bangunan yang sudah hancur atau tidak ada untuk keperluan pariwisata, pelestarian budaya dan sejarah. Model itu dibuat berdasarkan dokumentasi sejarah dari perpustakaan, museum dan lain-lain.

D.    PERKEMBANGAN MULTIMEDIA DALAM PENDIDIKAN
Pada dekade 1960 komputer telah menghasilkan teks, suara, dan grafik walaupun masih sangat sederhana sehingga bisa digunakan dalam media pendidikan. Donald Bitzer sebagai Bapak PLATO (Programmed Logic for Automated Teaching Operations) mengembangkan pembelajaran berbasis komputer (CAI: Computer Assisted Instruction) pada tahun 1966 di University of Illinois at Urbana-Champaign. Uji coba pembelajaran berbasis komputer pertama dilakukan pada tahun 1976 di sekolah Waterford Elementary School. Sejak saat itu, pembelajaran berbasis komputer mulai dipublikasikan dan digunakan di sekolahsekolah umum sebagai media pembelajaran berbasis komputer.
Lahirnya multimedia yang digunakan dalam pendidikan adalah salah bagian perkembangan dari pembelajaran berbasis komputer tersebut. Pada dekade tahun 1990 komputer berbasis multimedia interaktif mulai berkembang, para pendidik mulai mempertimbangkan implikasi apa yang mungkin timbul dari media baru ini jika diterapkan dalam lingkungan belajar mengajar. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, munculnya multimedia dan teknologi komunikasi yang terkait telah menerobos hampir ke setiap aspek dalam kehidupan masyarakat. Mishra dan Sharma (2005) mengatakan bahwa multimedia interaktif yang awalnya dipandang sebagai pilihan teknologi dalam konteks pendidikan untuk alasan sosial, ekonomi, dan pedagogis telah menjadi suatu kebutuhan dalam pendidikan. Banyak lembaga pendidikan menginvestasikan waktu, usaha dan uang mereka ke dalam penggunaan teknologi.
Munir (2011) mengatakan bahwa multimedia dalam pendidikan memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi suplemen yang sifatnya pilihan, fungsi pelengkap dan fungsi pengganti. Sejauh ini multimedia masih dianggap sebagai fungsi pilihan dan pelengkap dibanding dengan fungsi pengganti. Selama ini multimedia masih dianggap sebagai salah satu dari fungsi tersebut, belum dianggap sebagai satu kesatuan yang membuat satu kurikulum yang terintegrasi. Karena kurangnya integrasi ini maka hasilnya akan menghasilkan perubahan yang minimal.
Kegagalan kurangnya efektivitas penerapan multimedia dalam pendidikan, selain dari tidak terintegrasinya multimedia ke dalam kurikulum, juga dilatarbelakangi suatu kenyataan bahwa kebanyakan pendidik tidak siap untuk perubahan yang dituntut dan dihasilkan oleh hadirnya multimedia. Meskipun beberapa pendidik yang berpengalaman memiliki kemampuan, keterampilan, pengetahuan baik teknis maupun pedagogis sehingga mengetahui apa dan bagaimana mentransformasi proses pembelajaran dari menggunakan media tradisional ke penggunaan multimedia.

E.     KARAKTERISTIK MULTIMEDIA UNTUK KEPERLUAN PENDIDIKAN
Penggunaan multimedia dalam pendidikan mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh media lain.  Diantara keistimewaan itu adalah:
a.       Multimedia dalam pendidikan berbasis komputer
b.      Multimedia mengintegrasikan berbagai media (teks, gambar, suara, video dan animasi) dalam satu program secara secara digital
c.       Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik
d.      Multimedia memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam menentukan materi pelajaran
e.       Multimedia memberikan kemudahan mengontrol yang sistematis dalam pembelajaran

F.      KEUNGGULAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara lain:
1.      Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesiapan, dan keinginannya. Artinya pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajaran.
2.      Peserta didik belajar dari  tutor yang ‘sabar’ (seperti komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari peserta didik.
3.      Peserta didik akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.
4.      Peserta didik menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.
5.      Peserta didik menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan
6.      Belajar saat kebutuhan muncul (“just-in-time”learning).
7.      Belajar kapan saja sesuai kemauan mereka tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.
8.      Peserta didik mengenal perangkat teknologi informasi dan komunikasi. i. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi pendidik dan peserta didik
9.      Metode pembelajaran yang menyenangkan dapat menambah motivasi belajar anak lebih meningkat
10.  Mengejar ketertinggalan akan pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan
11.  Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 

Permasalahan :
1.      Jika ditinjau dari pengertian multimedia tersebut kira-kira apa saja hal yang menyebabkan hal tersebut dikatakan sebagai multimedia !!
2.      Kita ketahui bahwa multimedia dibagi menjadi dua kategori, yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif, bagaimana cara kita menyesuaikan antara materi pembelajaran dengan kedua kategori ini !

3.      Menurut anda penyebab utama dari kegagalan yaitu kurangnya efektivitas penerapan multimedia dalam pendidikan, selain dari tidak terintegrasinya multimedia ke dalam kurikulum, juga dilatarbelakangi suatu kenyataan bahwa kebanyakan pendidik tidak siap untuk perubahan yang dituntut dan dihasilkan oleh hadirnya multimedia !

10 komentar:

  1. baiklah, saya menanggapi permasalah pertama. Vaughan (2006) mengatakan bahwa multimedia pembelajaran merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada seorang (peserta didik) dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Melalui gabungan media-media ini pengalaman belajar menjadi sesuatu yang interaktif yang mencerminkan suatu pengalaman dalam kehidupan seharihari. Sementara Hofstetter yang dikutip Suyanto (2005) menyatakan multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggunakan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, dan berkomunikasi. Sedangkan Richard E. Mayer (2009) mengungkapkan bahwa multimedia merujuk pada dua unsur saluran pesan seperti kata-kata dan gambar jika dilihat dari mode penyajian atau auditori dan visual jika dilihat dari mode indrawi yang menangkap pesan.
    Lebih lanjut Hofstetter yang dikutip Suyanto (2005: 21) menyatakan ada empat komponen penting multimedia; (1) harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, yang berinteraksi dengan pengguna, (2) harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi, (3) harus ada alat navigasi yang memandu pengguna menjelajah jaringan informasi, (4) multimedia menyediakan tempat kepada pengguna untuk mengumpulkan, memproses, mengomunikasikan informasi dan ide.
    Apabila salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti yang luas. Misalnya tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka namanya media campuran, bukan multimedia. Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi bukan multimedia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban Anda dari permasalahan Saya. Denagan penjelasan Anda sudah terlihat jelas APA-APA saja kriteria suatu multimedia

      Hapus
  2. baik saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3 dimana faktor utama dalam kegagalan yaitu kurang kreatifnya para pendidik. dimana jika pendidik itu kreatif maka proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar. dimana jika gurunya kreatif dan multitalenta maka segala yang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran akan bisa diminimalisir. seperti salah satunya yaitu pendidik yang tidak siap dengan hadirnya multimedia. sebenarnya bukan hadirnya multimedia tapi hadirnya eragolbalisasi yang mana semuanya dapat diakses dan dicari sendiri. sehingga disini akan kelihatan jika pendidik itu tidak kreatif (gaptek). seharusnya sebagai pendidik harus siap dengan tuntutan zaman, kalau sipendidik itu tidak siap maka akan mengalami kesulitan dalam proses mengajar. dan faktor kegagalan dalam belajar tidak sepenuhnya dari pendidik namun banyak hal yang menjadi penyebabnya baik itu faktor internal maupun eksternal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih jawaban Anda terhadap permasalahan Saya. Namun peran guRu juga harus mengetahui kebenaran suatu ilmu pengetahuan agar muridnya tidak terjebak pada informasi yang salah

      Hapus
  3. Sedikit mengoreksi permasalahan yang ketiga, bahwa disana anda mengatakan bahwa multimedia tidak terintegritasi di dalam kurikulum. Menurut LAMPIRAN
    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
    NOMOR 68 TAHUN 2013
    TENTANG
    KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM
    SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH
    TSANAWIYAH dikatakan dalam pengembangannya dari pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran
    berbasis alat multimedia. Jadi darisana kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum yang sekarang erat kaitannya dengan multimedia.Untuk statement mengenai kebanyakan pendidik tidak siap akan adanya pembaharuan itu mungkin benar, tapi hal itu terjadi disaat awal-awal diterapkannya kurikulum 2013. Seiring berjalannya waktu diterapkannya sistem pembelajaran yang demikian, guru sudah terbiasa untuk berinovasi dalam menumbuhkan motivasi serta minat anak dalam belajar melalui multimedia, dengan melibatkan peserta didik itu sendiri, contohnya lab virtual, simulasi tentang teori-teori atom yang dikemas dengan menarik. Terlebih lagi, adanya pelatihan bagi para guru mengenai pembuatan bahan ajar dimana ada multimedia juga disana.jadi saya rasa, kurang efektif atau tidaknya multimedia yang digunakan juga disebabkan oleh isi konten yang disajikan.

    BalasHapus
  4. Jawaban permasalahan kedua
    • Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film.
    • Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh : multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
    Jadi menyesuaikan dengan materi yg diajarkan seperti saat belejar psikologi pendidikan kita diminta untuk menganalisis makna dari sebuah film disitu digunakan multimedia linier dan saat belajar asam basa dapat digunakan virtual lab yg merupakan multimedia interakrif.

    BalasHapus
  5. 1. Multimedia linear
    Multimedia linear dimulai dari satu posisi awal menuju ke suatu posisi akhir dengan sedikit atau tanpa interferensi pemakai. Misalnya televisi, film, majalah, koran. Pemakai hanya menjadi penonton dan menikmati produk multimedia yang disajikan dari awal hingga akhir. Ciri-ciri dari multimedia linear :
    a. Sederhana
    b. Bersifat logical
    c. Ideal untuk produk yang kecil
    Contohnya adalah televisi, film, majalah.

    2. Multimedia interaktif
    Multimedia interaktif adalah integrasi digital antara text, graphics, animasi, audio, gambar tak bergerak (still images) dan bergerak (motion video) dimana disediakan kontrol terhadap konten dan interaksi tingkat tinggi bagi pemakai individu dan aplikasi multimedia. Misalnya game, multimedia pembelajaran, website. Pengguna dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan. Ciri-ciri dari multimedia interaktif :
    a. Bersifat non-linear
    b. Ada unsur interaktif didalamnya
    c. Pengguna menentukan apa, kapan dan bagaimana konten ditampilkan
    Pada multimedia interaktif pengguna dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan. Contohnya game, multimedia pembelajaran, website.
    penyesuaian materi bisa dilakukan harus sesuai dengan yang dibutuhkan misalnya ketika kita meriview film kita bisa menggunakan multimedia linear, namun ketika materinya kompleks misalnya video percobaan kita bisa menggunakan multimedia interaktif

    BalasHapus
  6. saya akan menanggapi permasalahan no 1 Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, bahkan simulasi. Tay (2000) memberikan definisi multimedia sebagai : Kombinasi teks, grafik, suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif. Lalu ketika media belajar disajikan dalam bentuk audio yang dikemas analog dengan pita kaset, baik sebagai suplemen buku materi pokok, maka media tersebut kita kenal dengan istilah media audio. Media audio ini terpisah dengan buku teks, sehingga ada dua media, yang satu dengan teks dan satu lagi media audio. Disinilah istilah ini sering dipadankan dengan multi media, yaitu pemakaian lebih dari satu media dalam proses pembelajaran. Dam ketika media teks dikemas dengan webpage lalu disisipi dengan file audio, animasi, dan gambar diam pada halaman web tersebut maka konvergensi, penggabungan antar empat elemen sudah terjadi maka padanan minimal multimedia sudah identifikasi, sebagai bahan ajar yang multimedia, kata multimedia disatukan dan tidak dipisahkan seperti mutli media.

    BalasHapus
  7. Baik, saya ingin menanggapi permasalahan pertama dimana hal yang dapat menyebabkan bahwa yang digunakan dalam pembelajaran adalah multimedia, yakni dapat dilihat secara umum makna multimedia itu sendiri dimana multi media berasa dari dua kata multi dan media. multimedia berhubungan dengan penggunaan lebih dari satu macam media untuk menyajikan informasi. Misalnya, video musik adalah bentuk multimedia karena informasi menggunakan audio/suara dan video. adapun multimedia yang baik digunakan dalam pembeljaran juga harus memiliki sasaran atau tujuan agar pembelajaran dapat berjalan sesuai kurikulum atau tujuan yang ingin dicapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. menambahkan, suatu objek di katakan multimedia apabila alat yang di gunakan untuk menyampaikan informasi memiliki lebih dari 1 unsur di dalamnya,
      contoh nya video power point, hal ini di karenakan menggunakan aplikasi power point dan menggunakan aplikasi perekam layar.

      Hapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau ...