TEORI
PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
1.
Pendahuluan
Berpikir adalah salah
satu kemampuan yang harus diajarkan oleh guru kepada siswa. Banyak sekali
aktivitas atau profesi manusia yang tergantung pada kemampuan yang satu ini.
Berpikir hanya dapat dilakukan oleh manusia, tidak oleh makhluk lain. Tidak
heran jika kemampuan berpikir disebut sebagai kemampuan yang membuat kita
menjadi manusia. Sejak dulu manusia begitu tertarik untuk mempelajari dirinya
sendiri. Salah satunya adalah bagaimana sebenarnya proses berpikir itu terjadi.
Manfaat bagi guru ketika memahami proses berpikir pada manusia, ia dapat
memaksimalkan pengajaran untuk para siswanya.
Belajar didefinisikan
sebagai perubahan perilaku seseorang dalam situasi tertentu yang disebabkan
oleh “pengalaman berulang” terhadap situasi tersebut. Dalam tinjauan psikologi
kognitif belajar diartikan sebagai The process of acquiring knowledge
(proses memperoleh pengetahuan). Pengalaman
yang dimaksud adalah pengalaman hidup yang dialami oleh si pelajar agar menjadi
mandiri. Belajar erat kaitannya dengan pengembangan kognitif (penguasaan
intelektual), afektif (berhubungan dengan sikap dan nilai) dan psikomotorik
(keterampilan bertindak atau berprilaku). Dalam pandangan pakar psikologi
belajar kognitifis, keberhasilan belajar di ukur oleh kematangan kognisi si
pelajar, dalam hal ini otak sebagai organ tubuh yang berkaitan dengan
intelejensi, menjadi sangat dominan sebagai pusat memori.
2.
Teori
Pemrosesan Informasi dalam Pembelajaran
Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model
pembelajaran yang menitikberatkan
pada aktivitas yang terkait dengan
kegiatan proses atau pengolahan informasi
untuk meningkatkan kapabilitas siswa
melalui proses pembelajaran. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik. Model ini berdasarkan
teori belajar kognitif sehingga model
tersebut berorientasi pada kemampaun siswa
memproses informasi dan sistem yang dapat memperbaiki kemampuan
tersebut. Pemrosesan informasi menunjuk kepada
cara mengumpulkan/menerima stimuli
dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan symbol-simbol verbal dan non verbal. Model ini berkenaan
dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan
intelektual umum (general intellectual ability).
Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari
teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori
belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti
psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun
yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem
informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses
belajar.
a. Teori
Pemrosesan Informasi Menurut Robert M.
Gagne
Berdasarkan kondisi internal dan eksternal, Gagne menjelaskan
bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan
oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :
1) Rangsangan yang diterima panca
indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.
2) Informasi dipilih secara selektif,
ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang
disimpan dalam memori jangka panjang.
3) Memori-memori ini tercampur dengan
memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan
pengolahan.
Seperangkat
proses yang bersifat internal yang dimaksud oleh Gagne adalah kondisi
internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil
belajar dan terjadinya proses kognitif dalam diri individu.
Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang
mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Proses
informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding),
diikuti dengan penyimpanan informasi (stroge) dan diakhiri dengan
mengungkapkan kembali informas-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrival). Teori belajar pemerosesan informasi
mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup
beberapa tahapan.
Encoding adalah proses memasukkan informasi ke
dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode internal yang merepresentasikan
stimulus eksternal. Dengan cara ini representasi objek/kejadian eksternal
dikodekan menjadi informasi internal dan siap disimpan.
Stroge adalah
informasi yang diambilkan dari memori jangka pendek kemudian diteruskan untuk
diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua
informasi dari memori jangka pendek dapat disimpan. Kunci penting dalam
penyimpanan di memori jangka panjang adalah adanya motivasi yang cukup untuk
mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek.
Retrieval adalah hasil akhir dari proses memori.
Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat diambil kembali,
informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena
meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu
mudah untuk menggunakan dan menempatkannya.
Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil
riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia.
Penelitiannya diamksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif.
Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan
kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat
mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks.
b. Teori
Pemrosesan Informasi Menurut Atkinson dan Shiffrin
Proses Informasi pada
Manusia merupakan teori bagaimana manusia menerima, menyimpan, mengintegrasikan,
mengambil dan menggunakan informasi. Sejak penemuan pertama komputer, psikolog
telah menggambarkan secara pararel hubungan antara komputer dan pikiran
manusia, berbasis pemodelan memori (ingatan). Pemodelan yang mendominasi pada
era 1970an dan 1980an adalah 3 komponen sistem pemrosesan informasi oleh
Atkinson dan Shiffrin tahun 1968 yang terinpirasi oleh arsitektur perangkat
keras komputer. Model
pemrosesan informasi menurut Atkinson dan Shiffrin ini mendasarkan pada konsep
memori dengan tiga bentuk simpanannya yaitu :
1)
Sensory Memory (SM)
Informasi
masuk ke dalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran
sesuai dengan inderanya. Sistem persepsi bekerja pada informasi ini untuk
menciptakan apa yang kita pahami sebagai persepsi. Karena keterbatasan
kemampuan dan banyaknya informasi yang masuk, tidak semua informasi bisa
diolah. Informasi yang baru saja diterima ini disimpan dalam suatu ruang
sementara (buffer) yang disebut sensory memory. Durasi suatu
informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat,
kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk
informasi audio. Tahap pemrosesan informasi tahap pertama ini sangat penting
karena menjadi syarat untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap
berikutnya, sehingga perhatian pembelajar terhadap informasi yang baru
diterimanya ini menjadi sangat diperlukan. Pembelajar akan memberikan perhatian
yang lebih terhadap informasi jika informasi tersebut memiliki fitur
atau ciri khas yang menarik dan jika informasi tersebut mampu mengaktifkan pola
pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge).
2)
Short-term Memory (STM) atau \"Working Memory\"
Short-term memory
atau working memory berhubungan dengan apa yang sedang dipikirkan
seseorang pada suatu saat ketika menerima stimulus dari lingkungan. Durasi
suatu informasi tersimpan di dalam short-term memory adalah 15 – 20
sekon. Durasi penyimpanan di dalam short-term memory ini akan
bertambah lama, bisa menjadi sampai 20 menit, jika terdapat pengulangan
informasi. Informasi yang masuk ke dalam short-term memory
berangsur-angsur menghilang ketika informasi tersebut tidak lagi diperlukan.
Jika informasi dalam short-term memory ini terus digunakan, maka
lama-kelamaan informasi tersebut akan masuk ke dalam tahapan penyimpanan
informasi berikutnya, yaitu long-term memory.
3)
Long-term Memory (LTM)
Long-term memory
merupakan memory penyimpanan yang relatif permanen, yang dapat menyimpan
informasi meskipun informasi tersebut mungkin tidak diperlukan lagi. Informasi
yang tersimpan di dalam long-term memory diorganisir ke dalam bentuk
struktur pengetahuan tertentu, atau yang disebut dengan schema. Schema
mengelompokkan elemen-elemen informasi sesuai dengan bagaimana nantinya
informasi tersebut akan digunakan, sehingga schema memfasilitasi akses
informasi di waktu mendatang ketika akan digunakan (proses memanggil kembali
informasi). Dengan demikian, keahlian seseorang berasal dari pengetahuan yang
tersimpan dalam bentuk schema di dalam long-term memory,
bukan dari kemampuannya untuk melibatkan diri dengan elemen-elemen informasi
yang belum terorganisasi di dalam long-term memory (Merrienboer dan
Sweller, 2005).
Penyimpanan
informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa
yang terjadi pada penulisan data ke dalam disket atau hardisk komputer atau pun
perekaman suara ke dalam kaset. Kapasitas penyimpanan dalam long-term
memory ini dapat dikatakan tak terbatas besarnya dengan durasi penyimpanan
seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut tak terbatas dalam arti bahwa tidak
ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi
baru, berapa pun umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan
sebagai informasi yang sudah masuk di dalam long-term memory tidak akan pernah
hilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak berhasil diambil
kembali (retrieval) karena beberapa alasan.
3.
Permasalahan
1. Pemrosesan informasi menunjuk kepada
cara mengumpulkan/menerima stimuli
dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan symbol-simbol verbal dan non verbal. Symbol-simbol seperti
apa yang dimaksud. Jelaskan !
2. Teori pembelajaran pemrosesan
informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana
pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan
informasi. Dari penjelasan diatas jelaskanlah seberapa penting
sisitem informasi dalam proses pembelajaran !
3. Kita ketahui bahwa durasi suatu informasi
dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat, kurang
dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio sedangkan tahap pemrosesan
informasi sensory memory ini sangat penting karena menjadi syarat
untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap berikutnya, menurut anda bagaimanakah kita mengatasi jika kita gagal
menggunakan durasi tersebut dalam mengikuti proses pembelajaran ?


saya ingin menanggapi sedikit pertanyaan saudari nomor 3 yaitu apa yang dapat dilakukan bila gagal menggunakan durasi untuk suatu informasi tersimpan di dalam sesory memory yang sangat singkat dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut saya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengulang kembali karena tidak semua penjelasan yang diberikan oleh guru waktu di sekolah dapat tersimpan dalam otak dengan baik. Mengulang pelajaran di rumah merupakan usaha untuk memperdalam dan mendapatkan pengertian tentang konsep materi pelajaran dengan baik. Di samping itu, mengulang pelajaran merupakan salah satu cara untuk memperkuat ingatan terhadap materi yang telah dipelajari. Karena pada prinsipnya proses belajar sangat berhubungan dengan ingatan. Sebab “ingatan adalah bukti bahwa seseorang telah belajar”
BalasHapusSesuatu yang dipelajari perlu di ulang agar meresap dalam otak, sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Sebaliknya belajar tanpa diulang hasilnya akan kurang memuaskan. Bagaimanapun pintarnya seseorang harus mengulang pelajarannya atau berlatih sendiri di rumah agar bahan-bahan yang dipelajari tambah meresap dalam otak, sehingga tahan lama dalam ingatan. Mengulang pelajaran adalah salah satu cara untuk membantu berfungsinya ingatan.
Saya sependapat dengan yang disampaikan saudari rahmi. Pengulangan ini disebutnjuga rehersal. Sebelumnya saya akan menjelaskan mengenai memory janga pendek. Siegler (1991), Matlin (1994), Medin dan
Hapuskawan-kawan (2005) menjelaskan bahwa
sistem organisasi atau cara kerja ingatan jangka
pendek terbatas dalam kapasitas, terutama
jumlah simbol atau informasi yang dapat masuk
pada suatu waktu. Jumlah ini tidak besar
diperkirakan antara 3 sampai 7 unit.
Keterbatasan pada kapasitas ini adalah
keterbatasan pada jumlah unit yang berarti
(chunk) daripada jumlah unit fisik. Materi
dalam ingatan jangka pendek ini biasanya akan
hilang dalam waktu antara 15 sampai 30 detik.
Kemudian sesuai dengan yang saya katakan sebelumnya mengenai rehersal, apa jtu rehersa?
Rehearsal yaitu suatu proses kognisi
dimana informasi akan diulang terus menerus
agar individu bisa mengingatnya.secara verbatim (Siegler, 1991),
maupun secara mental dan vokal (Boyd dan
Bee, 2009). Teknik ini akan membantu individu
untuk mengingat materi, sehingga informasi
atau item akan mudah diingat karena selalu
dimunculkan atau berada dalam short-term
memory. Informasi menjadi familiar dalam
ingatan individu. Semakin lama informasi atau
item dipertahankan dalam memori jangka
pendek dengan strategi rehearsal maka semakin
besar kemungkinan informasi tersebut akan
ditransfer ke memori jangka panjang. Trims
Baikalah terimakasih kepada saudari hudia dan rahmi yang telah menggapi permasalahan saya. Karena kalian sependapat maka saya akan membahkan sedikit dimana pengulangan sangat perlu dilakukan dalam mengolah suati informasi maka pengulangan tersebut dibutuhkan media seperti catatan,rekaman,soal-soal yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut. Kita juga harus mengetahui media apa yabg cocok untuk membantu kita dalam proses pengulangan tersebut.
Hapussaya ingin membantu menjawab dari pertanyaan nomor dua mengenai seberapa penting sistem informasi dalam proses pembelajaran, menurut saya sangat penting karena dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
BalasHapusTerimakasih kepada saudari yulinda yang telah menggapi permasalahan saya. Saya sependapat dengan anda pentingnya sistem informasi dalam pembelajaran. Saya ingin menambahakan dimana dalam pemilihan sistem informasinya juga harus sesuai dengan bagaimana sarana yang tersedia serta kemampuan siswa dalam menggunakan sarana tersebut. Sehingga sistem informasi yang kita pilih dapat efektif dan efisien.
Hapusdisini saya akan mencoba membahas permasalahan nomor 1, dimana yang dimaksud simbol disini yaitu
BalasHapusinformasi yang didapat dari simbil verbal dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan informasi yang diperoleh melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
Melalui informasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya
contohnya yakni gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan
Terimakasih atas jawaban dari permasalahanya sehingga Saya mengerti APA yg dimaksud dengan simbol verbal Dan simbol non verbal dalam pembelajaran
HapusSaya mau menanggapi permasalahn no.2
BalasHapusSangat penting, dikarenakan dalam pembelajaran SI memiliki tujuan, yaitu sistem informasi yang penting menghasilkan informasi. Sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya contohnya ilmu pengetahuan yang sudah diolah dn diorganisir . Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage). Jadi,cara dalam pembelajaran dapat berhasil maka sistem informasinya harus ada dan diolah secara tepat dan baik
Terimakasih ataa jawaban dari permasalahan Saya sekarang Saya mengerti kenapa sistem informasi sangat penting dalam pembelajaran karena ketiga Hal yang telah Anda jelaskan tadi
Hapussaya akan menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusSimbol membantu manusia untuk berkomunikasi. Simbol juga lebih kuat dari tanda. Simbol bisa membantu manusia menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara langsung. Media simbol berupa bahasa lisan, tindakan, benda / bentuk visual.
Terimakasih atas jawaban permasalahan Saya. Karena saudari Annisa tadi telah menjelaskan secara khusus Dan ditambah lagi penjelasan secara umum dari Anda. Sehingga membuat Saya semakin mengerti
Hapusmenambahkan, simbol yang digunakan disini yaitu istilah yang sering di gunakan untuk mengganti sebuah kata atau kalimat
Hapuscontohnya : V = sebagai simbol dari banyaknya zat(volume)
Saya akan menanggapi permasalahan no 2 Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penggunanya. Pentingnya suatu informasi adalah untuk mengurangi ketidak pastian didalam suatu proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi akan bernilai bila manfaatnya lebih efektif.
BalasHapusTerimakasih atas jawaban yang telah Anda berikan karena sistem informasi INI sangat memBantu memblok" informasi yang penting Dan Mana yang tidak.
HapusBaiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang kedua. Menurut pendapat saya sistem informasi sangat penting dalam pembelajaran, karena materi/pelajaran yang kita sampaikan kepada siswa akan ditangkap dan diolah sebagai informasi, sehingga apabila informasi yang kita sampaikan tidak jelas maka akan membuat pembelajaran menjadi tidak jelas juga.
BalasHapus