Jumat, 20 April 2018

TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA


TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

Robert. M Gagne dan Richard Chatham Atkinson

1.      Pendahuluan

Berpikir adalah salah satu kemampuan yang harus diajarkan oleh guru kepada siswa. Banyak sekali aktivitas atau profesi manusia yang tergantung pada kemampuan yang satu ini. Berpikir hanya dapat dilakukan oleh manusia, tidak oleh makhluk lain. Tidak heran jika kemampuan berpikir disebut sebagai kemampuan yang membuat kita menjadi manusia. Sejak dulu manusia begitu tertarik untuk mempelajari dirinya sendiri. Salah satunya adalah bagaimana sebenarnya proses berpikir itu terjadi. Manfaat bagi guru ketika memahami proses berpikir pada manusia, ia dapat memaksimalkan pengajaran untuk para siswanya.

Belajar didefinisikan sebagai perubahan perilaku seseorang dalam situasi tertentu yang disebabkan oleh “pengalaman berulang” terhadap situasi tersebut. Dalam tinjauan psikologi kognitif belajar diartikan sebagai The process of acquiring knowledge (proses memperoleh pengetahuan). Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman hidup yang dialami oleh si pelajar agar menjadi mandiri. Belajar erat kaitannya dengan pengembangan kognitif (penguasaan intelektual), afektif (berhubungan dengan sikap dan nilai) dan psikomotorik (keterampilan bertindak atau berprilaku). Dalam pandangan pakar psikologi belajar kognitifis, keberhasilan belajar di ukur oleh kematangan kognisi si pelajar, dalam hal ini otak sebagai organ tubuh yang berkaitan dengan intelejensi, menjadi sangat dominan sebagai pusat memori.



2.      Teori Pemrosesan Informasi dalam Pembelajaran

Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui proses pembelajaran. Model ini lebih memfokuskan pada fungsi kognitif peserta didik. Model ini berdasarkan teori belajar kognitif sehingga model tersebut berorientasi pada kemampaun siswa memproses informasi dan  sistem yang dapat memperbaiki kemampuan tersebut. Pemrosesan informasi  menunjuk kepada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan symbol-simbol verbal dan non verbal. Model ini berkenaan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan intelektual umum (general intellectual ability).

Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dalam teori ini, seperti psikologi kognitif mengkaji proses belajar penting dari hasil belajar namun yang lebih penting dari kajian proses belajar itu sendiri adalah sistem informasi, sistem informasi inilah yang pada akhirnya akan menentukan proses belajar.



a.       Teori Pemrosesan Informasi Menurut Robert M. Gagne

Berdasarkan kondisi internal dan eksternal, Gagne menjelaskan bagaimana proses belajar itu terjadi. Model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi, yaitu sebagai berikut :

1)      Rangsangan yang diterima panca indera akan disalurkan ke pusat syaraf dan diproses sebagai informasi.

2)      Informasi dipilih secara selektif, ada yang dibuang, ada yang disimpan dalam memori jangka pendek, dan ada yang disimpan dalam memori jangka panjang.

3)      Memori-memori ini tercampur dengan memori yang telah ada sebelumnya, dan dapat diungkap kembali setelah dilakukan pengolahan.

Seperangkat proses yang bersifat internal yang dimaksud oleh Gagne adalah kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan terjadinya proses kognitif dalam diri individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Proses informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi (stroge) dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informas-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrival). Teori belajar pemerosesan informasi mendeskripsikan tindakan belajar merupakan proses internal yang mencakup beberapa tahapan.

Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode internal yang merepresentasikan stimulus eksternal. Dengan cara ini representasi objek/kejadian eksternal dikodekan menjadi informasi internal dan siap disimpan.

Stroge adalah informasi yang diambilkan dari memori jangka pendek kemudian diteruskan untuk diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua informasi dari memori jangka pendek dapat disimpan. Kunci penting dalam penyimpanan di memori jangka panjang adalah adanya motivasi yang cukup untuk mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek.

Retrieval adalah hasil akhir dari proses memori. Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat diambil kembali, informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu mudah untuk menggunakan dan menempatkannya.

Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya diamksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks.



b.      Teori Pemrosesan Informasi Menurut Atkinson dan Shiffrin


Proses Informasi pada Manusia merupakan teori bagaimana manusia menerima, menyimpan, mengintegrasikan, mengambil dan menggunakan informasi. Sejak penemuan pertama komputer, psikolog telah menggambarkan secara pararel hubungan antara komputer dan pikiran manusia, berbasis pemodelan memori (ingatan). Pemodelan yang mendominasi pada era 1970an dan 1980an adalah 3 komponen sistem pemrosesan informasi oleh Atkinson dan Shiffrin tahun 1968 yang terinpirasi oleh arsitektur perangkat keras komputer. Model pemrosesan informasi menurut Atkinson dan Shiffrin ini mendasarkan pada konsep memori dengan tiga bentuk simpanannya yaitu :

1)      Sensory Memory (SM)

Informasi masuk ke dalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran sesuai dengan inderanya. Sistem persepsi bekerja pada informasi ini untuk menciptakan apa yang kita pahami sebagai persepsi. Karena keterbatasan kemampuan dan banyaknya informasi yang masuk, tidak semua informasi bisa diolah. Informasi yang baru saja diterima ini disimpan dalam suatu ruang sementara (buffer) yang disebut sensory memory. Durasi suatu informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat, kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio. Tahap pemrosesan informasi tahap pertama ini sangat penting karena menjadi syarat untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap berikutnya, sehingga perhatian pembelajar terhadap informasi yang baru diterimanya ini menjadi sangat diperlukan. Pembelajar akan memberikan perhatian yang lebih terhadap informasi jika informasi tersebut memiliki fitur atau ciri khas yang menarik dan jika informasi tersebut mampu mengaktifkan pola pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (prior knowledge).

2)      Short-term Memory (STM) atau \"Working Memory\"

Short-term memory atau working memory berhubungan dengan apa yang sedang dipikirkan seseorang pada suatu saat ketika menerima stimulus dari lingkungan. Durasi suatu informasi tersimpan di dalam short-term memory adalah 15 – 20 sekon. Durasi penyimpanan di dalam short-term memory ini akan bertambah lama, bisa menjadi sampai 20 menit, jika terdapat pengulangan informasi. Informasi yang masuk ke dalam short-term memory berangsur-angsur menghilang ketika informasi tersebut tidak lagi diperlukan. Jika informasi dalam short-term memory ini terus digunakan, maka lama-kelamaan informasi tersebut akan masuk ke dalam tahapan penyimpanan informasi berikutnya, yaitu long-term memory.

3)      Long-term Memory (LTM)

Long-term memory merupakan memory penyimpanan yang relatif permanen, yang dapat menyimpan informasi meskipun informasi tersebut mungkin tidak diperlukan lagi. Informasi yang tersimpan di dalam long-term memory diorganisir ke dalam bentuk struktur pengetahuan tertentu, atau yang disebut dengan schema. Schema mengelompokkan elemen-elemen informasi sesuai dengan bagaimana nantinya informasi tersebut akan digunakan, sehingga schema memfasilitasi akses informasi di waktu mendatang ketika akan digunakan (proses memanggil kembali informasi). Dengan demikian, keahlian seseorang berasal dari pengetahuan yang tersimpan dalam bentuk schema di dalam long-term memory, bukan dari kemampuannya untuk melibatkan diri dengan elemen-elemen informasi yang belum terorganisasi di dalam long-term memory (Merrienboer dan Sweller, 2005).

Penyimpanan informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa yang terjadi pada penulisan data ke dalam disket atau hardisk komputer atau pun perekaman suara ke dalam kaset. Kapasitas penyimpanan dalam long-term memory ini dapat dikatakan tak terbatas besarnya dengan durasi penyimpanan seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut tak terbatas dalam arti bahwa tidak ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi baru, berapa pun umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan sebagai informasi yang sudah masuk di dalam long-term memory tidak akan pernah hilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak berhasil diambil kembali (retrieval) karena beberapa alasan.

3.      Permasalahan

1.      Pemrosesan informasi  menunjuk kepada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, dan pemecahan masalah, serta menggunakan symbol-simbol verbal dan non verbal. Symbol-simbol seperti apa yang dimaksud. Jelaskan !

2.      Teori pembelajaran pemrosesan informasi adalah bagian dari teori belajar sibernetik. Secara sederhana pengertian belajar menurut teori belajar sibernetik adalah pengolahan informasi. Dari penjelasan diatas jelaskanlah seberapa penting sisitem informasi dalam proses pembelajaran !

3.      Kita ketahui bahwa durasi suatu informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat singkat, kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio sedangkan tahap pemrosesan informasi sensory memory ini sangat penting karena menjadi syarat untuk dapat melakukan pemrosesan informasi di tahap berikutnya, menurut anda bagaimanakah kita mengatasi jika kita gagal menggunakan durasi tersebut dalam mengikuti proses pembelajaran ?




15 komentar:

  1. saya ingin menanggapi sedikit pertanyaan saudari nomor 3 yaitu apa yang dapat dilakukan bila gagal menggunakan durasi untuk suatu informasi tersimpan di dalam sesory memory yang sangat singkat dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut saya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengulang kembali karena tidak semua penjelasan yang diberikan oleh guru waktu di sekolah dapat tersimpan dalam otak dengan baik. Mengulang pelajaran di rumah merupakan usaha untuk memperdalam dan mendapatkan pengertian tentang konsep materi pelajaran dengan baik. Di samping itu, mengulang pelajaran merupakan salah satu cara untuk memperkuat ingatan terhadap materi yang telah dipelajari. Karena pada prinsipnya proses belajar sangat berhubungan dengan ingatan. Sebab “ingatan adalah bukti bahwa seseorang telah belajar”
    Sesuatu yang dipelajari perlu di ulang agar meresap dalam otak, sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Sebaliknya belajar tanpa diulang hasilnya akan kurang memuaskan. Bagaimanapun pintarnya seseorang harus mengulang pelajarannya atau berlatih sendiri di rumah agar bahan-bahan yang dipelajari tambah meresap dalam otak, sehingga tahan lama dalam ingatan. Mengulang pelajaran adalah salah satu cara untuk membantu berfungsinya ingatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan yang disampaikan saudari rahmi. Pengulangan ini disebutnjuga rehersal. Sebelumnya saya akan menjelaskan mengenai memory janga pendek. Siegler (1991), Matlin (1994), Medin dan
      kawan-kawan (2005) menjelaskan bahwa
      sistem organisasi atau cara kerja ingatan jangka
      pendek terbatas dalam kapasitas, terutama
      jumlah simbol atau informasi yang dapat masuk
      pada suatu waktu. Jumlah ini tidak besar
      diperkirakan antara 3 sampai 7 unit.
      Keterbatasan pada kapasitas ini adalah
      keterbatasan pada jumlah unit yang berarti
      (chunk) daripada jumlah unit fisik. Materi
      dalam ingatan jangka pendek ini biasanya akan
      hilang dalam waktu antara 15 sampai 30 detik.

      Kemudian sesuai dengan yang saya katakan sebelumnya mengenai rehersal, apa jtu rehersa?
      Rehearsal yaitu suatu proses kognisi
      dimana informasi akan diulang terus menerus
      agar individu bisa mengingatnya.secara verbatim (Siegler, 1991),
      maupun secara mental dan vokal (Boyd dan
      Bee, 2009). Teknik ini akan membantu individu
      untuk mengingat materi, sehingga informasi
      atau item akan mudah diingat karena selalu
      dimunculkan atau berada dalam short-term
      memory. Informasi menjadi familiar dalam
      ingatan individu. Semakin lama informasi atau
      item dipertahankan dalam memori jangka
      pendek dengan strategi rehearsal maka semakin
      besar kemungkinan informasi tersebut akan
      ditransfer ke memori jangka panjang. Trims

      Hapus
    2. Baikalah terimakasih kepada saudari hudia dan rahmi yang telah menggapi permasalahan saya. Karena kalian sependapat maka saya akan membahkan sedikit dimana pengulangan sangat perlu dilakukan dalam mengolah suati informasi maka pengulangan tersebut dibutuhkan media seperti catatan,rekaman,soal-soal yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut. Kita juga harus mengetahui media apa yabg cocok untuk membantu kita dalam proses pengulangan tersebut.

      Hapus
  2. saya ingin membantu menjawab dari pertanyaan nomor dua mengenai seberapa penting sistem informasi dalam proses pembelajaran, menurut saya sangat penting karena dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kepada saudari yulinda yang telah menggapi permasalahan saya. Saya sependapat dengan anda pentingnya sistem informasi dalam pembelajaran. Saya ingin menambahakan dimana dalam pemilihan sistem informasinya juga harus sesuai dengan bagaimana sarana yang tersedia serta kemampuan siswa dalam menggunakan sarana tersebut. Sehingga sistem informasi yang kita pilih dapat efektif dan efisien.

      Hapus
  3. disini saya akan mencoba membahas permasalahan nomor 1, dimana yang dimaksud simbol disini yaitu
    informasi yang didapat dari simbil verbal dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan informasi yang diperoleh melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
    Melalui informasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya
    contohnya yakni gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban dari permasalahanya sehingga Saya mengerti APA yg dimaksud dengan simbol verbal Dan simbol non verbal dalam pembelajaran

      Hapus
  4. Saya mau menanggapi permasalahn no.2
    Sangat penting, dikarenakan dalam pembelajaran SI memiliki tujuan, yaitu sistem informasi yang penting menghasilkan informasi. Sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya contohnya ilmu pengetahuan yang sudah diolah dn diorganisir . Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage). Jadi,cara dalam pembelajaran dapat berhasil maka sistem informasinya harus ada dan diolah secara tepat dan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ataa jawaban dari permasalahan Saya sekarang Saya mengerti kenapa sistem informasi sangat penting dalam pembelajaran karena ketiga Hal yang telah Anda jelaskan tadi

      Hapus
  5. saya akan menjawab pertanyaan no 1.
    Simbol membantu manusia untuk berkomunikasi. Simbol juga lebih kuat dari tanda. Simbol bisa membantu manusia menjelaskan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan secara langsung. Media simbol berupa bahasa lisan, tindakan, benda / bentuk visual.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban permasalahan Saya. Karena saudari Annisa tadi telah menjelaskan secara khusus Dan ditambah lagi penjelasan secara umum dari Anda. Sehingga membuat Saya semakin mengerti

      Hapus
    2. menambahkan, simbol yang digunakan disini yaitu istilah yang sering di gunakan untuk mengganti sebuah kata atau kalimat
      contohnya : V = sebagai simbol dari banyaknya zat(volume)

      Hapus
  6. Saya akan menanggapi permasalahan no 2 Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna dan menjadi berarti bagi penggunanya. Pentingnya suatu informasi adalah untuk mengurangi ketidak pastian didalam suatu proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Suatu informasi akan bernilai bila manfaatnya lebih efektif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawaban yang telah Anda berikan karena sistem informasi INI sangat memBantu memblok" informasi yang penting Dan Mana yang tidak.

      Hapus
  7. Baiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang kedua. Menurut pendapat saya sistem informasi sangat penting dalam pembelajaran, karena materi/pelajaran yang kita sampaikan kepada siswa akan ditangkap dan diolah sebagai informasi, sehingga apabila informasi yang kita sampaikan tidak jelas maka akan membuat pembelajaran menjadi tidak jelas juga.

    BalasHapus

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau ...